Waspadai Gangguan Jiwa Kleptomania : Gemar Mencuri dan Mengutil

Gemar Mencuri dan Mengutil Waspadai Gangguan Jiwa Kleptomania – Mencuri atau mengutil merupakan suatu tindakan melanggar hukum demi mengambil keuntungan karena tuntutan masalah keuangan.

Setiap pelakunya akan mendapatkan konsekuensi atau hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Negara

Ada pula orang-orang yang mencuri atau mengutil bukan karena tuntutan masalah keuangan, tetapi karena suatu kepuasan atas dorongan spontan dalam diri

Gemar Mencuri dan Mengutil Waspadai Gangguan Jiwa Kleptomania

Orang –orang yang demikian sebenarnya telah mengalami gangguan kejiwaan atau gangguan psikologis, yang biasa disebut kleptomania.

Pengertian Gangguan Kejiwaan Kleptomania

Kleptomania merupakan suatu kondisi yang termasuk dalam kelompok gangguan psikologis atau kejiwaan terhadap kendali impulsif, yakni dimana para penderitanya tidak bisa menahan diri terhadap keinginan mencuri atau mengutil.

Kebanyakan penderita kleptomania ialah kaum perempuan, namun tidak menutup kemungkinan laki-laki pun juga ada yang menderita gangguan jiwa ini.

Baca : Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Cuaca Ekstrim 2017

Gangguan psikologis kleptomania bisa mulai muncul sejak masa kanak-kanak dan berlanjut hingga masa remaja bahkan hingga memasuki masa dewasa.

Penderita kleptomania biasanya melakukan aksi di mall, butik, atau tempat umum lainnya. Pada masa kanak-kanak atau remaja, penderita kleptomania juga biasa melakukan aksinya di sekolah saat melihat barang milik temannya yang menurutnya menarik.

Kleptomania tidak sama dengan tindak pencurian biasanya, yang mana motif serta rencana dimaksudkan untuk mencari keuntungan atau tuntutan ekonomi.

Sedangkan kasus kleptomania, si penderita mengutil atau mencuri dilakukan atas dasar dorongan psikologis secara spontan.

Benda atau barang yang dicuri penderita kleptomania biasanya mereka mampu untuk membelinya. Tak jarang benda atau barang yang dicuri penderita kleptomania tergolong sepele dan murah.

Selain itu, biasanya penderita kleptomania tak pernah memakai benda hasil curiannya, hanya dijadikan koleksi maupun diberikan pada orang-orang di sekitar mereka. Bahkan beberapa penderita kleptomania akan mengembalikan hasil curiannya di tempat semula, setelah beberapa hari, minggu atau bulan.

Ketika penderita kleptomania beraksi, sebagian ada yang merasa sensasi tegang atau seru. Sebagian ada pula yang merasakan kesenangan.

Setelah itu, rasa puas datang pada mereka karena berhasil mencuri atau mengutil barang yang spontan mereka inginkan.

Setelah merasakan kepuasan mengambil barang, sebagian penderita kleptomania tak peduli seolah semua baik-baik saja, tetapi sebagian penderita kleptomania lainnya dapat merasakan perasaan bersalah dan malu pada diri sendiri.

Beberapa penderita kleptomania ada pula yang ketakutan terhadap konsekuensi tindak kriminal mereka. Meskipun demikian, dorongan keinginan untuk mencuri dapat muncul lagi di lain waktu, hingga si penderita kleptomania akan mengulangi perbuatannya.

Kondisi gangguan kejiwaan kleptomania diperkirakan terbentuk karena terdapat perubahan komposisi kimiawi dalam otak, maupun hasil gabungan perubahan dalam otak.

Contoh, timbulnya perilaku impulsif seperti kleptomania terjadi akibat penurunan kadar hormon yang berfungsi mengatur emosi (Serotonin).

Perilaku impulsif dimungkinkan juga terkait ketidakseimbangan pada sistem opioid di otak, sehingga dorongan keinginan mencuri atau mengutil tidak dapat ditahan.

Baca : Waspadai Gangguan Jiwa Anoreksia Nervosa : Diet Hingga Kurus Krempeng

Selain itu, perilaku impulsif seperti kleptomania diperkirakan berhubungan pula dengan adanya gangguan adiksi, yang mana terjadi pelepasan hormon dopamin hingga membuat si pelaku merasakan kesenangan atas perbuatannya serta cenderung ketagihan.

Diperkirakan pula seseorang yang mempunyai riwayat penyakit yang berhubungan dengan psikologis lainnya, seperti gangguan kecemasan dan gangguan bipolar yang memang rentan mengalami penyakit kleptomania.

Risiko menderita kleptomania juga dapat meningkat terhadap orang-orang yang pernah menderita cedera di kepalanya, maupun mereka yang mempunyai keluarga penderita kleptomania pula. Namun secara pastinya penyebab kleptomania belum diketahui.

Diagnosis Gangguan kejiwaan Kleptomania

Segera berkonsultasi kepada Psikiater / dokter Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa) atau pun Psikolog, apabila Anda merasa mengalami gejala kleptomania.

Jika ciri-ciri gangguan kejiwaan kleptomania terdapat pada keluarga atau teman Anda, maka ajaklah dia agar mau memeriksakan diri ke Psikiater / dokter Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa) atau pun Psikolog.

Untuk mendiagnosis kleptomania, psikiater atau pun psikolog akan mengambil kesimpulan didasarkan dari keterangan pasien maupun melalui kuisioner yang diisi pasien.

Seseorang dapat dinyatakan positif kleptomania bila tidak mampu menahan keinginan untuk mencuri atau mengutil barang-barang.

Tak hanya itu, aksi penderita kleptomania juga bukan atas dasar halusinasi maupun rasa marah. Dokter Sp.KJ bila memerlukan juga akan lakukan pemeriksaan fisik.

Hal tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya gejala penyakit medis yang mengakibatkan gangguan hormon dan menyebabkan kleptomania.

Gangguan kejiwaan ini biasanya ditangani dengan terapi psikologi dan dikombinasikan dengan obat. Namun yang terpenting dalam mengobati kleptomania ialah keinginan kuat dari diri pasien untuk bisa sembuh dan bersedia setiap saran dokter. Selain itu, dukungan dari orang-orang terdekat kepada pasien juga penting.

Jenis terapi untuk menangani kleptomania biasanya yaitu terapi kognitif. Selain itu, pasien juga diajarkan mengendalikan keinginan mencuri.

Untuk pemberian obat-obatan, salah satunya yang mungkin diresepkan dokter ialah SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) dan Opioid Antagonist.

Pemberian obat-obatan bertujuan untuk menurunkan rasa senang penderita kleptomania saat beraksi mencuri. Kemungkinan dokter juga akan memberikan obat lainnya bila dicurigai kleptomania yang dialami pasien dipicu gangguan psikologis seperti OCD (Obsessive Compulsive Disorder) atau pun depresi.

Baca : Cara Terbaik Atasi Kecanduan Makanan Cepat Saji (Fast Food)

Penderita gangguan jiwa kleptomania umumnya enggan memeriksakan diri ke psikiater maupun psikolog sebab merasa malu.

Kondisi penyakit kleptomania ini sebaiknya segera diobati. Apabila penderita kleptomania tertangkap, maka bukan hanya si penderita kleptomania yang akan merasa malu, namun keluarga dan orang-orang terdekat juga akan menanggung malunya.

Jadi, jika Anda termasuk salah satu dari seorang yang gemar mencuri dan mengutil waspadai gangguan jiwa kleptomania ada pada diri Anda.

Waspadai Gangguan Jiwa Kleptomania : Gemar Mencuri dan Mengutil | sara | 4.5
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.