Waspadai 3 Penyakit Menular Yang Mengintai Ketika Banjir

Penyakit menular yang mengintai ketika banjir – Musim hujan telah tiba dan di sebagian daerah terjadi banjir.

Beberapa jenis penyakit yang menular bisa dengan mudah mewabah ketika terjadi banjir, terutama penyakit-penyakit yang menular melalui air, misalnya kolera, leptospirosis dan tifoid atau tifus

Tiga Penyakit Menular yang Mengintai Ketika Banjir

Selain tiga penyakit menular tersebut, air kotor dari genangan banjir, juga bisa menjadi penyebab infeksi luka, dermatitis, infeksi hidung dan radang tenggorokan.

Baca : Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Cuaca Ekstrim 2017

Leptospirosis – Penyakit Menular saat Banjir

Jenis penyakit menular yang satu ini penyebab utamanya adalah terinfeksi bakteri Leptospira. Bakteri tersebut biasanya disebarkan oleh hewan.

Diantaranya hewan penyebar bakteri Leptospira yaitu : anjing, tikus, sapi dan babi. Bakteri Leptospira akan semakin mudah tersebar melalui aliran banjir maupun genangan air di kubangan atau selokan.

Risiko terserang penyakit Leptospirosis akan lebih besar apabila banjir, karena air kotor dari selokan dan lubang –lubang tikus akan bersentuhan secara langsung pada kulit manusia.

Gejala penyakit Leptospirosis umumnya hampir menyerupai gejala serangan penyakit flu ringan seperti : sakit kepala, mual, menggigil, ruam kulit dan otot nyeri.

Baca : Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan : Panduan Tindakan & Prinsip Dasar P3K

Apabila tidak segera ditangani secara medis, infeksi parah pada penderita Leptospirosis dapat mengakibatkan pendarahan pada bagian dalam organ tubuh.

Pendarahan dalam tubuh yang dianggap remeh akan berakibat gagal fungsi otak, paru-paru, ginjal dan liver. Wujud kronis penyakit Leptospirosis ini biasa pula disebut penyakit Weil.

Karena gejala Leptospirosis hampir mirip dengan flu, maka banyak orang yang menganggap remeh. Padahal apabila Leptospirosis dibiarkan hingga semakin parah, keselamatan jiwa si penderita menjadi taruhannya.

Kolera – Penyakit Penyebab Kematian Kurang Dari 1 Hari

Penyakit menular yang juga akrab diderita oleh korban banjir yakni Kolera. Penyakit ini umumnya disebabkan mengkonsumsi minuman dan makanan yang telah terkontaminasi bakteri Kolera yaitu Vibrio cholerae.

Bakteri Vibrio cholerae akan menyebabkan penderitanya mengalami diare parah serta muntah-muntah.

Para penderita Kolera yang tidak segera mendapatkan penanganan medis dapat mengalami dehidrasi akut, akibat diare parah dan muntah terus menerus. Dehidrasi akut yang diremehkan dapat menyebabkan kematian dalam jangka waktu kurang dari 1 hari.

Baca : Pola Hidup Sehat Dengan Memanfaatkan Tanaman Herbal

Aliran banjir membawa banyak kotoran dari sampah, urin/feses hewan dan urin/feses manusia, sehingga sumber air konsumsi dapat terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae.

Anak-anak yang terkena air banjir lalu lupa mencuci tangan dengan sabun antiseptic sebelum makan, juga mudah terinfeksi bakteri Vibrio cholera. Bahkan apabila tak banjir pun, sanitasi buruk juga bisa menyebabkan terjangkit Kolera.

Tifus – Penyakit Berisiko Pendarahan Internal yang Mengancam Nyawa

Demam tifoid atau yang biasa disebut masyarakat awam dengan nama penyakit Tifus, juga sering mengintai saat terjadi banjir. Air banjir yang kotor menjadi media efektif bagi penyebaran dan penularan bakteri Salmonella typhi.

Apabila seseorang terserang penyakit menular ini, dapat menderita gejala berupa demam, sakit kepala, sakit perut, diare, nyeri otot, keringat berlebih, ruam kulit, batuk kering, kehilangan nafsu makan, dan penurunan drastis berat badan.

Baca : 18 Manfaat Buah Pepaya Untuk Kesehatan & Kecantikan Yang Belum Anda Tahu

Gejala serangan penyakit tifus biasanya akan mulai tampak sekitar 1-3 minggu sesudah tubuh terinfeksi. Kondisi para pengidap tifus dapat memburuk. Apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang baik, tifus dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi yakni : pendarahan internal pada organ usus. Risiko komplikasi akibat tifus juga dapat membahayakan nyawa jika tidak segera memperoleh penanganan medis.

Sejatinya tiga penyakit menular tersebut dapat menyerang siapapun, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak dan bayi. Aliran air kotor dari banjir memang merupakan media efektif bagi penyebaran dan penularan penyakit.

Baca : Cara Terbaik Atasi Kecanduan Makanan Cepat Saji (Fast Food)

Oleh karena itu, tetap jaga kebersihan makanan minuman, kebersihan lingkungan dan kebersihan diri. Selain itu, untuk mencegah 3 penyakit menular yang mengintai ketika banjir, konsumsi makanan yang bergizi agar memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Waspadai 3 Penyakit Menular Yang Mengintai Ketika Banjir | sara | 4.5
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.